Kamis, 15 Maret 2012

Marantau - Ditentang, Dahlan Urung Bubarkan Petral


 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan tetap ingin melakukan perubahan Pertamina Energy Trading Ltd (PT Petral), meskipun belum menemukan cara yang tepat.
"Kemarin saya sempat menyatakan setuju Petral dibubarkan saja asalkan ditemukan cara yang tepat dan lebih baik," kata Dahlan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (2/3).
Menurut Dahlan, pada prinsipnya rencana untuk melakukan perbaikan di tubuh Petral tetap ada karena tidak ingin perusahaan itu dijadikan tempat korupsi seperti yang disebut-sebut sejumlah kalangan.
Sebelumnya Dahlan melontarkan pemikirannya untuk membubarkan Petral, anak perusahaan PT Pertamina yang berbasis di Singapura. Dahlan bahkan menyatakan bahwa Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan menyetujui usulan tersebut.
Namun pada perkembangannya terdapat penolakan dari sejumlah kalangan terkait rencana pembubaran perusahaan yang bertugas melakukan ekspor impor minyak mentah untuk Pertamina itu.
Karen Agustiawan seperti diberitakan sebelumnya menegaskan bahwa Petral tetap dipertahankan sebagai 'sole trading arm' atau satu-satunya anak perusahaan yang melaksanakan kegiatan trading Pertamina.
Menanggapi hal itu, Dahlan mengatakan itu merupakan hak Dirut Pertamina untuk berbicara. "Ya, itu haknya dia (Karen) ngomong gitu, tapi kita ingin Petral itu lebih baik lagi," tegas Dahlan.
Masalahnya ditambahkan Dahlan, hingga kini belum ditemukan cara untuk membenahi Petral. Mantan Dirut PT PLN ini sempat melontarkan ide agar Petral digabung saja dengan perusahaan BUMN yang bergerak pada usaha perdagangan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar