Minggu, 29 Desember 2013
Kamis, 05 Desember 2013
How to Master Your Creative Writing Process
Posted by Melissa Donovan ·
What steps do you take to get acreative writing project completed? Is your method sheer madness?
One day, many years ago, I was working in an office. The executives were having a meeting to discuss new procedures. It was a hot day and the conference room was small and crowded, so the door was open. As I passed by on my way to the filing room, I overheard my boss saying, “Melissa can handle that. She’s very methodical.”
Methodical. I tried it on and decided yes, it fit. “I am methodical,” I declared, and went about my business.
And it was true, too. I was organized to a fault, always looking for systems and processes that would streamline the workflow and make business more efficient and therefore more effective. The clothes in my closet were organized by season, length, and color. I didn’t have to flip through my hangers to find an article of clothing. Everything was neatly filed in its place.
Selling the Method
Writing gurus and mentors often want us to believe that there is only one true writing process. It usually goes something like this:
- Brainstorm
- Outline and research
- Rough draft
- Revise (repeat, repeat, repeat, repeat)
- Edit, proof, and polish
This is a good system–it absolutely works. But does it work for everyone?
Assessing the Creative Writing Process
I’ve been thinking a lot about the creative writing process. Lately, I’ve found myself working on all types of projects–web pages, blog posts, a science fiction trilogy, and a children’s chapter book.
How do I tackle all these different projects without some kind of plan or system?
I’ve thought about the steps I take with my own writing and realized that the writing process I use varies from project to project and depends on the level of difficulty, the length and scopeof the project, and even my state of mind. If I’m feeling super creative, a blog post or an article will come flying out of my head. If I’m tired, hungry, or unmotivated, or if the project is complicated, then it’s a struggle and I have to work a little harder. Brainstorming and outlining can help. A lot.
It occurred to me that I don’t have one creative writing process. I have several. And I always use the one that’s best suited for a particular project.
March to the Beat
One of my favorite sayings has to do with marching to the beat of your own drum. I like that saying because that’s how I walk–to my own rhythm. If I didn’t, then I probably never would have started my own business or believed that I could make it as a writer. In fact, I probably wouldn’t be a writer at all.
Some writers can sit down and pound out an article, a short story, or even a novel without ever planning or outlining. Others have to follow a strict writing process or they get lost and confused, tangled up in their own words.
For example, when I am involved in a copywriting or nonfiction project, I find thatbrainstorming and outlining are essential. I need to organize my thoughts and make sure I cover the subject matter thoroughly. But with creative writing projects, such as fiction and poetry (and even the novel I wrote for NaNoWriMo back in 2008), I just start typing and let the ideas flow. Conversely, the NaNoWriMo project I did this year had a full, detailed outline.
Listen to Your Own Rhythm
We all start with interesting creative writing ideas and hope to finish with a completely riveting piece of writing.
That day I overheard my boss saying that I was methodical was a long time ago. Since then, I’ve loosened up my methods. Oh, I can still whip up a streamlined procedure and implement it. I have to do that for my own business all the time, whether it involves maintaining my client contact list or managing my quotes and invoices–using a system for that stuff is extremely helpful.
But my closet no longer looks like it’s maintained by Martha Stewart. It’s still pretty organized, but not by color and season. It helps to know when a system works and when it’s all hype. The first few times I tried to write a novel, I did so using the exact same writing process that I used for writing essays in college, and it simply did not work. It wasn’t until I totally changed the process that I was able to succeed and complete that massive creative writing project.
Writing processes are good. The reason our predecessors developed these processes and shared them, along with a host of other writing tips, was to help us be more productive and produce better writing. Techniques and strategies can be helpful, but it’s our responsibility to know what works for us as individuals and as creative writers and to know what will cause us to infinitely spin our wheels.
I Showed You Mine
…now you show me yours.
What’s your creative writing process? Do you have one? Do you ever get stuck in the writing process? How do you get unstuck?
Selasa, 12 November 2013
Proyek JSS Tak Bisa Groundbreaking 2014
http://www.suarapembaruan.com
Senin, 29 Juli 2013 | 12:00
Senin, 29 Juli 2013 | 12:00
[JAKARTA] Pemerintah pesimistis pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) dapat dikonstruksi atau groundbreaking pada 2014, karena belum ada kejelasan mengenai studi kelayakan (feasibility study/FS). Apalagi, studi kelayakan proyek senilai Rp 200 triliun tersebut dijadwalkan rampung pada tahun depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah harus memastikan studi kelayakan pembangunan JSS ini clear and clearsebelum dilakukan groundbreaking pada tahun ini. "Saya pesimistis megaproyek pembangunan JSS bisagroundbreaking 2014, karena waktu saya habis dua tahun hanya untuk membahas studi kelayakan khususnya soal pendanaan," ujar dia di Jakarta, akhir pekan lalu.
Hatta mengatakan, pemerintah juga harus realistis dalam menetapkan target pembangunan JSS ini karena akan berdampak pada pemerintahan yang akan datang. Menurut dia jika proyek pembangunan JSS ini dianggap penting, pada tahun ini pemerintah harus segera memastikan bahwa studi kelayakan sudah ada kejelasan.
Menurut dia, saat ini sudah ada dua opsi yang ditetapkan Tim Tujuh untuk studi kelayakan pembangunan JSS, yaitu didanai sepenuhnya oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau didanai badan usaha milik negara (BUMN) dengan konsorsium pemrakarsa PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS).
Hatta mengatakan berdasarkan hasil rapat yang dilakukan baru-baru ini dengan Tim Tujuh, sebagian besar dari tim lebih memilih agar proyek JSS didanai oleh BUMN dan konsorsium pemrakarsa. Namun, keputusan itu belum final karena dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Chatib Basri tidak hadir.
Hatta juga menegaskan bahwa studi kelayakan pembangunan JSS masih dibahas dan ditargetkan selesai pada 2014. Anggaran yang dibutuhkan untuk studi kelayakan itu cukup besar, yakni berkisar Rp 1,5 triliun. Sedangkan untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 200 triliun.
"Studi pembangunan JSS ini sudah lama dilakukan, bahkan sejak zaman Presiden Bung Karno, dan memang sangat layak. Tugas kita sekarang harus merealisasikan pembangunannya," tandas dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak sebelumnya menuturkan, proyek JSS diharapkan dapat menumbuhkan delapan klaster kawasan ekonomi di sekitar wilayah proyek tersebut. Kedelapan klaster tersebut menjadi bagian dari kawasan strategis dan masuk tata ruang wilayah nasional.
Kedelapan klaster itu di antaranya kawasan Paninmbang di Banten disiapkan menjadi wilayah pengembangan pariwisata, Cilegon sebagai kawasan industri, Serang sebagai pusat perdagangan, dan Maja dialokasikan sebagai wilayah permukiman. Adapun Lampung selatan dan Lampung Timur dijadikan wilayah pertanian dan perkebunan, Bandar Lampung sebagai pusat pemasaran, dan Pringsewu menjadi wilayah produksi hasil pertanian dan industri pengolahan.
Kedelapan klaster tersebut dinilai memiliki kriteria untuk dikembangkan sebagai kawasan strategis nasional dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi. Adapun kriteria itu antara lain memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh, memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, memiliki potensi ekspor, serta didukung jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi.
“Selain itu, memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi, serta berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional,” papar Hermanto.
Guna mendorong pertumbuhan kawasan-kawasan ekonomi di Lampung dan Banten itu, Hatta melanjutkan, pemerintah telah memprogramkan pembangunan tiga jalan tol di Sumatera, yakni di Lampung, Palembang, dan Dumai. "Anggaran untuk pembangunan tiga jalan tol tersebut mencapai Rp5 triliun, dan Rp 2 triliun di antaranya akan kami serahkan tahun ini kepada BUMN, sedangkan Rp 3 triliun sisanya diberikan pada 2014," ujarnya. [ID/H-12]
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah harus memastikan studi kelayakan pembangunan JSS ini clear and clearsebelum dilakukan groundbreaking pada tahun ini. "Saya pesimistis megaproyek pembangunan JSS bisagroundbreaking 2014, karena waktu saya habis dua tahun hanya untuk membahas studi kelayakan khususnya soal pendanaan," ujar dia di Jakarta, akhir pekan lalu.
Hatta mengatakan, pemerintah juga harus realistis dalam menetapkan target pembangunan JSS ini karena akan berdampak pada pemerintahan yang akan datang. Menurut dia jika proyek pembangunan JSS ini dianggap penting, pada tahun ini pemerintah harus segera memastikan bahwa studi kelayakan sudah ada kejelasan.
Menurut dia, saat ini sudah ada dua opsi yang ditetapkan Tim Tujuh untuk studi kelayakan pembangunan JSS, yaitu didanai sepenuhnya oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau didanai badan usaha milik negara (BUMN) dengan konsorsium pemrakarsa PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS).
Hatta mengatakan berdasarkan hasil rapat yang dilakukan baru-baru ini dengan Tim Tujuh, sebagian besar dari tim lebih memilih agar proyek JSS didanai oleh BUMN dan konsorsium pemrakarsa. Namun, keputusan itu belum final karena dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Chatib Basri tidak hadir.
Hatta juga menegaskan bahwa studi kelayakan pembangunan JSS masih dibahas dan ditargetkan selesai pada 2014. Anggaran yang dibutuhkan untuk studi kelayakan itu cukup besar, yakni berkisar Rp 1,5 triliun. Sedangkan untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 200 triliun.
"Studi pembangunan JSS ini sudah lama dilakukan, bahkan sejak zaman Presiden Bung Karno, dan memang sangat layak. Tugas kita sekarang harus merealisasikan pembangunannya," tandas dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak sebelumnya menuturkan, proyek JSS diharapkan dapat menumbuhkan delapan klaster kawasan ekonomi di sekitar wilayah proyek tersebut. Kedelapan klaster tersebut menjadi bagian dari kawasan strategis dan masuk tata ruang wilayah nasional.
Kedelapan klaster itu di antaranya kawasan Paninmbang di Banten disiapkan menjadi wilayah pengembangan pariwisata, Cilegon sebagai kawasan industri, Serang sebagai pusat perdagangan, dan Maja dialokasikan sebagai wilayah permukiman. Adapun Lampung selatan dan Lampung Timur dijadikan wilayah pertanian dan perkebunan, Bandar Lampung sebagai pusat pemasaran, dan Pringsewu menjadi wilayah produksi hasil pertanian dan industri pengolahan.
Kedelapan klaster tersebut dinilai memiliki kriteria untuk dikembangkan sebagai kawasan strategis nasional dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi. Adapun kriteria itu antara lain memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh, memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, memiliki potensi ekspor, serta didukung jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi.
“Selain itu, memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi, serta berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional,” papar Hermanto.
Guna mendorong pertumbuhan kawasan-kawasan ekonomi di Lampung dan Banten itu, Hatta melanjutkan, pemerintah telah memprogramkan pembangunan tiga jalan tol di Sumatera, yakni di Lampung, Palembang, dan Dumai. "Anggaran untuk pembangunan tiga jalan tol tersebut mencapai Rp5 triliun, dan Rp 2 triliun di antaranya akan kami serahkan tahun ini kepada BUMN, sedangkan Rp 3 triliun sisanya diberikan pada 2014," ujarnya. [ID/H-12]
Minggu, 10 November 2013
Langganan:
Postingan (Atom)