Tampilkan postingan dengan label demontrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demontrasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2012

Gerakan Mahasiswa = Gerakan Hati Nurani Bangsa

In Historia, Politik on June 17, 2012 at 2:14 AM
Hatta Albanik*
PERJUANGAN mahasiswa 1970-1974 itu memang menjadi ternoda oleh kecerobohan yang dilakukan para mahasiswa intra kampus di Jakarta yang terlalu banyak melibatkan tokoh-tokoh avonturir gerakan mahasiswa ekstra kampus. Di samping kurangnya sensitivitas terhadap kemungkinan begitu teganya suatu pemerintahan kekuasaan yang didukung secara populis dan demokratis serta selalu menyatakan diri memiliki partnershipdengan mahasiswa, memperlakukan anak bangsanya sendiri sebagai musuh yang harus ditumpas habis seperti mereka menumpas PKI dan Soekarno sebagai lawan politiknya.

GERAKAN MAHASISWA, TAHUN 1966. “Ada semacam kendala di kalangan petinggi-petinggi ABRI pada waktu itu untuk tidak menjatuhkan korban di antara para mahasiswa dan prajurit dengan bercermin pada bagaimana tindakan yang dilakukan terhadap pasukan pengamanan Soekarno (Resimen Tjakrabirawa) yang dianggap bertanggung jawab terhadap terbunuhnya demonstran mahasiswa Arif Rahman Hakim di depan Istana Merdeka di samping juga ada kekuatiran bahwa putera-puteri mereka sendiri mungkin juga berada di tengah-tengah para mahasiswa yang sedang menyalurkan aspirasi hati nurani rakyat”. (Repro PACE/MI)

Senin, 02 April 2012

Marantau - Asal Zat Kimia Pengusir Demonstran Misterius

JPNN.COM
 Senin, 02 April 2012
JAKARTA---Demonstrasi menolak kenaikan bbm masih menyisakan korban. Juru kamera Jak TV Ananto Handoyo resmi melapor ke Polda Metro Jaya. Ananto mengalami luka melepuh di sebagian wajah dan bahunya. Dia menduga terkena cairan kimia saat demo Jumat malam berakhir dengan pembubaran.

"Saya hanya merasakan panas, awalnya dikira gas air mata ternyata cairan," katanya usai melapor. Tak hanya Ananto, juru kamera AnTV Hartono juga mengalami kejadian serupa. Dua kontributor kantor berita asing BBC dan Al jazeera juga menjadi korban.

"Saya tidak tahu apakah cairan itu dari polisi atau demonstran, saat itu gelap tahu-tahu sudah terkena," kata Ananto. Dia siap dimintai keterangan sebagai saksi korban dalam penyidikan berikutnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan pihaknya masih mengidentifikasi cairan apa yang mempunyai efek membakar itu. "Ini sejenis zat kimia, seperti asam sulfat (H2SO4) yang bisa membuat melepuh," katanya.

Saat ini 135 yang diamankan terkait demo Jumat malam masih diperiksa. Mereka ditempatkan terpisah dengan 53 mahasiswa yang ditangkap di Salemba karena diduga merusak mobil polisi Kamis malam.

"Yang jelas, di lapangan kita temukan bom molotov yang dipakai, ada juga petasan yang sengaja disiapkan dalam demo itu," ujar perwira alumnus Akpol 1988 ini.

Terpisah, pengacara mahasiswa yang ditangkap di Salemba Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti mendesak penyidik melepaskan mereka. "Sebab, saat terjadi pembakaran mereka berada di dalam gedung LBH," katanya.

Hari ini Bambang akan menemui Kapolda untuk mengklarifikasi duduk perkara sebenarnya. "Orangtua mereka sampai shock, ada yang pingsan berkali-kali. Adik-adik ini mahasiswa baik-baik, tidak merusak,polisi salah tangkap," katanya.

Lembaga Indonesia Police Watch mencatat sedikitnya 16 pos polisi, empat mobil patroli dan satu motor polisi dibakar massa selama aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di seluruh wilayah Indonesia. "Ada 523 demonstran yang luka, polisi 210," kata Ketua Presidium IPW Neta Sanusi Pane kemarin.

ktivis asal Medan ini menyebut total yang ditangkap mencapai 750 orang. "Tapi, sebagian besar sudah dilepaskan karena tidak terbukti," katanya.

enulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi ini mendesak Kapolri untuk menyempurnakan prosedur tetap (protap) penanganan aksi demonstrasi. "Agar di masa depan tidak ada objek vital atau manusia yang jadi korban," ujarnya.(rdl)

Demonstrasi dan Pesan Damai

Sabtu, 31 Maret 2012

Demonstrasi kenaikkan BBM

 
Hal menarik terjadi di tengah panasnya aksi demonstrasi menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Bandung, Jawa Barat.

Pantauan VIVAnews.com, awalnya dalam kondisi saling berhadapan, demonstran dari kalangan mahasiswa berupaya memancing emosi aparat keamanan yang berjaga. Kata-kata seperti, "polisi penghianat bangsa, polisi pelindung kapitalis," diteriakkan.

Dua kubu sama-sama dalam kondisi emosional, kepanasan, dan lapar. Akibatnya, aparat sempat terpancing. Namun, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Abdul Rahman Baso langsung turun tangan, agar bentrok tak terjadi.

Ia meminta sekitar 1.500 aparat gabungan dari Dalmas Polda Jabar, Dalmas Polrestabes Bandung, serta Pasukan dari Satbrimobda Jabar menenangkan diri. Tak ketinggalan pasukan polisi wanita (Polwan) yang terjun ke arena demo sebagai negosiator.

Di dalam area Gedung Sate yang dibatasi pagar pembatas dengan pihak demonstran, aparat duduk bersila, melantunkan dzikir, agar meredam emosi. "Pada dasarnya kita ini sama-sama hamba Allah, jadi kita semua mencoba bersimpuh di hadapan-Nya dengan melakukan dzikir," kata dia kepada para aparat.

Lantunan dzikir, "la ilaha illa Allah" terus menerus disuarakan serempak. "Kami sadar akan tugas dan risiko kami, dan kami juga tahu siapa yang ada di hadapan kami. Sehingga tidak mungkin kami menyerang adik kami, rekan kami dan saudara kami sendiri," ungkap Kapolrestabes Bandung.

Apa yang dilakukan Kapolrestabes cukup berhasil. Pendemo dari Gema Keadilan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sontak terdiam. Mereka terperangah, melihat kegiatan dzikir yang dilakukan polisi tersebut.

SUMBER : http://nasional.vivanews.com/news/read/300610-1-500-aparat-berzikir--demonstran-terperangah

Demontrasi Menolak kenaikan harga BBM menutup Bandara di Ternate


Bersatulah Mahasiswa dan Buruh

Pidato Presiden tadi malam pukul 21.30 wib yang diharapkan akan menjawab pertanyaan public, apakah kenaikkan BBM dibatalkan demi daya tahan rakyat yang telah jauh merosot sejak tersiarnya berita kenaikkan harga BBM dan meningkatnya harga2 kebutuhan pokok tidak terjawab . Presiden malah menghargai dan memahami keputusan DPR yang hanya menunda kenaikkan BBM. Sekarang baik DPR ( legislative) maupun Pemerintah (excecutif) dimata mahasiswa dan buruh dan rakyat kecil makin jauh merosot . Pidato Presiden tersebut tidak menyentuh hal yang subtansil bagi keperluan rakyat. Pidato tersebut terasa hambar dan hanya diplomasi politis pencitraan saja. Dan juga kejadian keributan disidang DPR yang disiarkan tv one menampakkan sebagian besar anggota DPR memang tidak pantas lagi disebut wakil rakyat . Mereka hanya mewakili kepentingan partainya bukan wakil rakyat . Bersatulah Mahasiswa dan buruh serta rakyat kecil . Perjuangan baru dimulai .Tuhan akan menyertaimu .

Mahasiswa Buruh Tolak DPR


                                                         kompasiana.com



Keputusan sidang paripurna DPR RI yang menunda kenaikkan harga BBM ditolak oleh Buruh dan Mahasiswa .Klausul tambahan dalam APBNP 2012 yang memberi peluang kepada pemerintah agar dapat menaikkan dan menurunkan harga BBM bila harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan atau turun rata-rata 15 persen dalam waktu 6 bulan ,dianggap oleh mahasiswa dan buruh adalah keputusan yang melanggar konstitusi. Menurut seorang korlap demonstrasi buruh , mereka akan tetap melakukan unjuk rasa sampai Pemerintah memenuhi tuntutan mereka membatalkan kenaikkan harga BBM tanpa embel2 apapun .