In Historia, Politik on June 17, 2012 at 2:14 AM

Hatta Albanik*
PERJUANGAN mahasiswa 1970-1974 itu memang menjadi ternoda oleh
kecerobohan yang dilakukan para mahasiswa intra kampus di Jakarta yang
terlalu banyak melibatkan tokoh-tokoh avonturir gerakan mahasiswa ekstra
kampus. Di samping kurangnya sensitivitas terhadap kemungkinan begitu
teganya suatu pemerintahan kekuasaan yang didukung secara populis dan
demokratis serta selalu menyatakan diri memiliki partnershipdengan
mahasiswa, memperlakukan anak bangsanya sendiri sebagai musuh yang
harus ditumpas habis seperti mereka menumpas PKI dan Soekarno sebagai
lawan politiknya.
GERAKAN
MAHASISWA, TAHUN 1966. “Ada semacam kendala di kalangan
petinggi-petinggi ABRI pada waktu itu untuk tidak menjatuhkan korban di
antara para mahasiswa dan prajurit dengan bercermin pada bagaimana
tindakan yang dilakukan terhadap pasukan pengamanan Soekarno (Resimen
Tjakrabirawa) yang dianggap bertanggung jawab terhadap terbunuhnya
demonstran mahasiswa Arif Rahman Hakim di depan Istana Merdeka di
samping juga ada kekuatiran bahwa putera-puteri mereka sendiri mungkin
juga berada di tengah-tengah para mahasiswa yang sedang menyalurkan
aspirasi hati nurani rakyat”. (Repro PACE/MI)
