Tampilkan postingan dengan label demokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demokrasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Mei 2014

"PRAHARA DI TUBUH PDI-P PASCA 'MASUKNYA' JK"


Fb @MATANEWS.com
Kita bahas gejolak di PDIP terkait penetapan JK sbg cawapres Jokowi ..
1. PDIP bergejolak, ancaman perpecahan timbul, lebih parah dibandingkan saat Megawati enggan capreskan Jokowi Maret lalu
2. Gejolak perpecahan PDIP disebabkan penetapan JK sbg cawapres Jokowi. Kubu Faksi Partai Kristen Indonesia (Parkindo) tidak setuju. Protes
3. PDIP merupakan partai fusi (hasil gabungan) Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Nasional Indonesia (PNI), Murba, dan partai lain
4. PDIP selama ini dianggap sebagai RUMAH BESAR partai nasionalis dan kristen. Di PDIP ada faksi2 atau kubu2 yg selama ini akur harmonis
5. Secara ideologis, PDIP partai tengah kiri (nasionalis, sosialis komunis, kristen). Komposisi pengurus harian DPP PDIP kombinasi unsur2
6. Dari 27 pengurus Harian DPP PDIP : 13 islam, 13 non islam, 1 Megawati. Seimbang. Megawati dan alm TK menjaga keseimbangan itu
7. Sejak awal PDIP kurang kompak dalam mengusung Jokowi, kubu nasionalis (dipimpin Puan Maharani) tdk setuju dgn pencapresan Jokowi
8. Pasalnya, Jokowi diorbitkan popularitas dan elektabilitasnya melalui rekayasa faksi Parkindo (kristen) yang diotaki James Riady cs
9. Puan cs (faksi terbesar di PDIP), khawatir Jokowi hanya dijadikan boneka dan batu loncatan faksi kristen utk menggusur dinasti Bung Karn0
10. Namun, Puan & Mega akui bahwa akibat bantuan James Riady - Stanley B Greenberg - China Connection - Arkansas Connection, PDIP berjaya
11. Promosi besar2an Jokowi dgn biaya triliunan rupiah, dibantu oleh Greenberg ahli pollster dan konsultan politik No. 1 dunia, efektif
12. Kubu Parkindo / Kristen di PDIP sudah di atas angin dan merasa akan dengan mudah memenangkan pilpres dgn usung Jokowi. Namun, tiba2 …
13. Tiba2 JK dan kubu katolik manuver dengan meminta bantuan Paus Fransiskus untuk mendesak Obama, tekan James Riady, buka akses ke Jokowi
14. Umat Katolik terutama elit katolik Indonesia merasa resah dengan dominasi dan kendali James Riady cs dan Faksi Kristen terhadap Jokowi
15. James Riady, agen China Millatary Intelligence dan sahabat karib Clinton, anggota arkansas connection adalah penganut kristen evangelis
16.James masuk kristen evangelis pada tahun 1990, dibina langsung oleh Pat Robertson, tokoh evangelis, kristen fundamentalis No. 1 di AS,
17. Pengaruh James Riady di AS sangat kuat, dia donatur utama Presiden Clinton dan Obama melalui China Global Resources Ltd di Hongkong
18. Ingat skandal Lippo Gate di AS yang menggoncang dunia dimana James Riady ketahuan menyumbang jutaan US$ Ilegal utk kampanye Clinton ?
19. Sumbangan ilegal ke kampanye Clinton (lippogate) itu berasal dari China Global Resources Ltd (perusahaan kedok Intelijen militer china)
20. Meski dihukum denda US$ 8.6 juta dan dilarang masuk ke AS selama 2 thn, Clinton kemudian memberikan amnesti kepada James Riady
21. James sangat kuat lobi dan pengaruhnya di Partai Demokrat AS, apalagi pemerintahan Obama didominasi elit Arkansas Connection
22. Lobi &pengaruh James Riady juga cukup kuat di Partai Republik karena Pat Robertson, mentor kristen evangelis James adalah tokoh Republik
23. Teman kami yang juga deputi BIN Malaysia, pernah mengatakan, “James Riady ada manusia paling berbahaya di dunia”
24. Pada diri James Riady bersatu dua kepentingan raksasa dunia : China dan AS. Pemilu Malaysia tahun lalu jg tdk terlepas dari peran James
25. James juga yang mempertemukan Megawati dan Gus Dus (didampingi alm Matori Abdul Djalil) dengan Madeline Albragiht Menlu AS thn 1999 lalu
26. Saat itu, pertemuan di Singapore, AS melalui menlu Albright menyatakan dukungannya thdp Gus Dur - Mega sebagai capres dan cawapres RI
27. Pada tahun 2012 lalu, kembali James Riady bersama2 Faksi Partai Kristen Indonesia (Sabam, Ara dst) menggalang kekuatan utk dukung Jokowi
28. James direstui antony salim (anak konglo terkaya RI, sudono salim / Liem Sioe Liong) menggalang konglo2, mafia, koruptor BLBI utk Jokowi
29. Dibantu skenario dan strategi oleh Stanley Berhard Greenberg, hasil kolaborasi china - AS - mafia cina RI ini sungguh luar biasa !
30. Jokowi yang tdk jelas asal usulnya, disulap dalam sekejap menjadi tokoh idaman, pujaan, bak nabi dan malaikat dari surga utk Indonesia
31. Hampir semua tokoh mengatakan :
“Jokowi is unstoppable !”
“Jokowi pasti jadi presiden (boneka) !”
32. Jokowi disupport kekuatan politik, uang, jaringan, media dll yang luar biasa besar. “Kolaborasi asing - aseng - antek”
Kami pun gelisah
33. Republik ini tdk boleh jatuh ke tangan boneka dan jongos asing - aseng - antek. Itu harga mati !
Kami mendesak SBY bertindak.
34. Kami mendesak Presiden SBY bertindak menyelamatkan negara dari ancaman neokolonial melalui penciptaan Jokowi sbg capres boneka
35. Kami tanpa kenal lelah dan tdk kenal waktu mendatangi dan melobi satu per satu para tokoh bangsa, menyadarkan betapa bahayanya NKRI
36. Alhamdulillah, puji tuhan, syukur tiada terhingga, Presiden SBY bertindak, tokoh2 bertindak, dan elit katolik bergerak cepat
37. SBY melalui jenderal jusuf iskan mantan Ka Bais mengatakan “belum pernah dlm sejarah, komunitas cina indonesia sesolid sekarang””
38. Elit Katolik Indonesia melobi Paus Fransiskus berhasil mengundang Obama ke Vatikan usai lawatannya ke Ukraina pada 27/3/2014 lalu
39. Paus menyampaikan keprihatinan rakyat RI khususnya umat Katolik Indonesia thdp dukungan luar biasa AS (arkansas connection) thdp Jokowi
40. Paus mencemaskan masa depan umat Katolik Indonesia jika Jokowi dikendalikan dan di bawah hegemoni kristen fundamentalis Indonesia
41. Obama menyerap aspirasi Paus Fransiskus dan berjanji akan mendiskusinya kembali pada 15/4/2014 setelah diadakan pertemuan di Jakarta
42. Pertemuan di Jakarta, utk mendapatkan informasi dan aspirasi rakyat Indonesia seutuhnya diprakarsai dubes vatikan utk Indonesia
43. Semula, Jokowi - Mega - Dubes AS utk RI akan diundang Dubes Vatikan sbg tindaklanjut pertemuan Paus - Obama di Vatikan
45. Namun, rencana tsb dibatalkan, terlalu riskan jika dubes vatikan bertindak sbg pengundang dan tuan rumah. Umat Islam RI akan antipati
44. Namun, rencana tsb dibatalkan, terlalu riskan jika dubes vatikan bertindak sbg pengundang dan tuan rumah. Umat Islam RI akan antipati
45. Untuk menghindari kehancuran popularitas Jokowi jika tuan rumah adalah dubes vatikan, maka sesuai kesepakatan dubes dan tokoh2 katolik,
46. ..pertemuan di lakukan di rumah Jacob Soetoyo, pengusaha katolik, penyantun CSIS. Sbg saksi sekaligus pengelabuan, diundang dubes2 lain
47. Dubes Meksiko diundang sebagai representasi komunitas katolik dunia, Nowergia - Denmark mewakili uni eropa, Turki netral
48. Mahatir diundang hadir atas permintaan JK. JK dekat dgn Mahatir. Mahatir diharapkan punya pengaruh utk perjuangkan kepentingan islam RI
49. Hasil diskusi dan penyampaian aspirasi umat Katolik kepada dubes AS di rumah Jacob Soetojo itu, Dubes AS teruskan ke Presiden Obama.
50. Presiden Obama terlibat diskusi dengan Paus Fransikus pada 15/4/ 2014. Hasil dari pembicaraan dua tokoh dunia itu diteruskan ke Jakarta
51. Dapat diduga, Obama akhirnya meminta James Riady mundur, kurangi kendali thdp Jokowi, buka akses utk elit Katolik ke Jokowi
52. Dapat dipahami besarnya kekecewaan James Riady cs yang telah mempersiapkan Jokowi sbg capres boneka sejak awal 2012 lalu
53. Demikian juga dengan elit2 kristen (sabam, ara, panda cs) sekutu James Riady di PDIP, sangat kecewa karena ditelikung JK & Katolik
54. Ibarat kata pepatah “ Pacaran nan di awak, kawin nan di urang” ..pacaran sama saya, kawin sama orang lain..itulah nasib james, sabam cs
55. Kekecewaan kubu / faksi kristen di PDIP atas restu Obama terhadap Jokowi - JK, meski hanya restu setengah hati, merembet ke akar rumput
56. Pendukung Jokowi dari akar rumput/massa kristen dipelopori aktivis2 kristen fundamentalis seperti Bara JP, Pro Jok, dll senyap seketika
57. Semula pendukung Jokowi dari para aktifis kristen fundamentalis ini sangat militan, solid dan fanatik dukung Jokowi. Hidup mati Jokowi
58. Namun sejak Obama mendesak James cs mundur dan Katolik dibuka akses ke Jokowi, kubu kristen kecewa. Mereka skrg tiarap. Tggu perintah
59. Apalagi dana dan logistik yang semula deras mengalir ke kubu Projok, Bara JP dari konglo2 dan mafia cina, tiba2 terhenti. Kran ditutup
60. Antony Salim dgn Grup Salim dan Bank Mega - nya (Trans Corp) terpaksa deal ulang dng SBY. Antony tarik dukungan dari Jokowi
61. CT proxy Antony dijadikan Menko. TW yg masih sumbang jokowi dan main dua kaki, diberi pesan tegas dgn pengusutan Sentul City oleh KPK
62. Konglo2 cina yg masih membandel mau kuasai RI via si boneka Jokowi diberi pesan tegas melalui kasus BCA oleh KPK. Mafia Cina Skak mat !
63. Dari 27 ormas cina di Indonesia, minggu lalu 17 sdh menarik diri dari Jokowi. Kemarin hanya tinggal 3 ormas cina yg dukung Jokowi - JK
64. Ormas komunitas cina yang dukung Jokowi hanya tinggal ormas berbasis Katolik, dgn panglimanya Sofyan - Rudi - Jusuf Wanandi cs
65. Kubu Kristen di internal PDIP terlihat kecewa berat dan terwakili melalui pernyataan2 Sabam Sirait yang cetuskan ingin mundur dari PDIP
66. Ibarat lagu “kemesraan ini janganlah cepat berlaluu… “ Ara, James dan faksi kristen masih kendalikan penuh Jokowi
67. Sekarang Jokowi malah mesra dengan Jacob Soetoyo, tuan rumah proxy dubes vatikan hehe
68. Apakah Jokowi akan tetap begini? Apakah James tetap jadi majikan Jokowi pasca perseteruan Katolik - Kristen?
69. Akhirnya Jokowi kembali ke pangkuan JK. Akankah Jokowi jadi jongos Jk? Atau bakal dilipat habis oleh JK?
70. Mana suara pendukung Jokowi ? Masak balik badan hanya gara2 Jokowi dikendalikan JK - Wanandi - CSIS ? Loyal donk
71. Jokowi emang diperlu dibina, masak capres nekad plagiat tulisan Romo Benny.... Aduuh biyuuung !! Jok jok !
71. Pendukung Jokowi yakinlah, kalian tdk akan ditipu lagi..mereka ini semua sudah tobat nasuha kok hehehe
72. Gimana Mas Andy ? Masih setia dukung Jokowi kan? Jgn lupa pesan Bapak ya ! Jaga NKRI dengan jiwa dan raga !
73. BY THE WAY kami kangen juga dgn bos jasmev & partaisocmed si KartikaDjoemadi .. Rindu dgn twit2nya yg lucu hehe
74. Pada kemana ribuan akun Jasmev (jokowi advance socmed volunteer) ya? Apa blm dapat sponsor dari Vatikan ya Dee?
75. Kepada JK kami ucapkan terima kasih. Anda hebat, bs kalahkan James Riady.. Ruaar biasa ! Tp jgn kesehatan ya pak
76. Kepada Bang Luhut dan Bang Edo (AMHP) ..tetap semangat ya ..selamat berjuang meski abang berdua ga bisa jd presiden bayangan
77. Kepada Bu Mega, kami maklum pilihan anda sulit. Anda sudah lakukan yang terbaik, demi bangsa, demi rakyat, demi PDIP. Terima kasih


Rabu, 20 Juni 2012

‘Konspirasi’ Mei 1998: Kisah Para ‘Brutus’ di Sekitar Jenderal Soeharto (1)

In HistoriaPolitik on May 20, 2012 at 6:22 PM
SEPERTI nasib Julius Caesar 15 Maret 44 SM, Jenderal Soeharto ‘kehilangan’ kekuasaan 21 Mei 1998 melalui rangkaian konspirasi dari mereka yang untuk sebagian adalah orang-orang yang pernah dibesarkan dan diikutkan dalam rezimnya. Meski, pengakhiran kekuasaan itu tidak ekstrim dalam wujud suatu drama pembunuhan.

INTREPRETASI PEMBUNUHAN JULIUS CAESAR, LUKISAN VINCENZO CAMUCCINI, 1798. “Situasi konspirasi terhadap Julius Caesar, lebih jelas dan lebih hitam-putih. Maka Marcus Antonius dan Lepidus bisa mengejar para konspiran yang lebih jelas apa dan siapanya. Sedangkan situasi menuju kejatuhan Soeharto dari kekuasaannya pada bulan Mei tahun 1998, lebih abu-abu. Tidak terlalu jelas, siapa mengkhianati siapa, dan siapa membela siapa. Anatomi konspirasinya serba samar-samar”. (Download Wikipedia)
Menjadi tepat juga ‘firasat’ yang tersirat dalam ucapan Siti Suhartinah Soeharto, ketika mengomentari kejatuhan Presiden Ferdinand Marcos di Filipina, dalam suatu wawancara dengan Sarwono Kusumaatmadja dan Rum Aly untuk ‘Media Karya’ 10 Maret 1986. Nyonya Tien waktu itu, dalam suatu percakapan ‘samping’ yang di luar konteks pertanyaan wawancara, kurang lebih menyiratkan ‘pikiran’ dan ‘pengetahuan’ pribadinya tentang keterlibatan ‘orang dalam’ sekitar Marcos sendiri dalam kejatuhan itu. “Kasian yaa…, tapi begitulah…., mau diapakan lagi”.Lalu Ibu Tien menyambung, ia telah meminta Pak Harto untuk tak lagi mencalonkan diri sebagai Presiden, dan untuk itu  sudah ada yang disiapkan, katanya sambil menoleh ke arah Sudharmono SH yang ikut mendampingi wawancara. Percakapan ‘samping’ itu tidak berlanjut. Sudharmono SH  pun diam saja.
Persamaan dan perbedaan. PERJALANAN Jenderal Soeharto menuju kekuasaan pun banyak kemiripannya dengan jenjang yang dilalui Caesar. Sepulang ke Roma dari ‘ekspedisi’ militer di Mesir, Julius Caesar mengalahkan Pompeius yang memiliki dukungan Senat. Sekaligus Julius mengungguli baik Pompeius maupun Senat, sehingga praktis ia menjadi penguasa tunggal. Tetapi pada sisi tertentu Julius Caesar adalah diktator yang menampilkan beberapa kebaikan. Ia menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi kalangan miskin. Administrasi negara yang lebih efisien dan efektif. Memberantas kaum lintah darat. Menegakkan hukum dengan ketat untuk memberantas kejahatan. Mencoba mengendalikan gaya komsumtif, sikap pamer dan boros dari kaum kaya. Mengekang hasrat pembangunan yang sekedar monumental, dan mengutamakan pembangunan jalan raya yang lebih dibutuhkan jazirah Italia.

Jumat, 25 Mei 2012

Lagi Baca



                          
                                                                                        



Wali nagari Sungai Pua -Wali Nagari Sungai Pua
Desa Terbaik - Desa Terbaik
Propinsi Sumatra Barat - Propinsi Sumatra Barat
Kerajinan - Kerajinan
Sungai Pua Mp3 - Sungai Pua Mp3
Sumbar on line - Sumbar on line 
Bukittinggi tempo dulu  -  /bukittinggi-tempo-doeloe/

                                                                  
                                                                  

Selasa, 17 April 2012

"SEKILAS TENTANG DEMOKRASI TERPIMPIN DAN EKONOMI TERPIMPIN


"SEKILAS TENTANG DEMOKRASI TERPIMPIN DAN EKONOMI TERPIMPIN" yang kerap kali ditanyakan oleh Kaum Mahasiswa, Kaum Buruh, Kaum Tani, Kaum Nelayan bahkan Kaum Pengusaha Nasional yang berjiwa Nasionalis dalam berbagai pertemuan, dialog dan seminar terbatas yang biasanya tidak terliput oleh Media Massa Nasional yang hampir sebagian besar telah dikuasai oleh Kaum Kapitalis/Liberalis. Namun hanya melalui beberapa goresan tangan dan pikiran Alhamdulillah melalui media sosial Facebook ini dapat saya menulis karya dan pokok2 pikiran dari sebagian kecil Ajaran2 Ayahanda Bung Karno khususnya sekilas tentang Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin. Walaupun saya sadari bahwa Penyelenggara Facebook ini juga adalah bagian dari Kaum Kapitalis internasional, namun hebatnya mempunyai jiwa yang besar dan jiwa sosial kemanusiaan yang tinggi. Bahwa membahas Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin tentu tidak dapat dilepaskan sama sekali dengan kata "Gotong Royong" yang merupakan suatu pernyataan perasaan dan pengertian demokrasi yang tinggi dari Bangsa Indonesia. Perasaan kekeluargaan dan kemasyarakatan sebagai sendi2 Masyarakat demokratis dan sosialistis tercermin dengan jelas dalam pengertian dan praktek Gotong Royong. Sebab itu Bung Karno seringkali menyinggung dalam Pidatonya tentang lahirnya Pancasila membuktikan bahwa apabila Pancasila itu diperas menjadi Ekasila yang isinya adalah Gotong Royong. Kita semua mengetahui bahwa Pancasila adalah dasar negara kita. Dengan lain perkataan dasar Negara adalah "Gotong Royong." Inilah hakekatnya apa yang disebut "Sosialisme Indonesia", yakni Sosialisme yang sesuai dengan keadaan2 di Indonesia. Jadi kalau kita akan membicarakan soal politik dan ekonomi Indonesia, tidak boleh tidak tentu kita harus membicarakan soal yg hakiki, gotong royong atau Sosialisme ala Indonesia tersebut. Apa hubungannya uraian singkat ini dengan demokrasi dan ekonomi terpimpin? Hubungannya erat sekali bahkan "mutlak adanya." Demokrasi Terpimpin adalah "pelaksanaan politik" sedangkan Ekonomi Terpimpin adalah "pelaksanaan ekonomi" daripada paham "Gotong Royong." Demokrasi Terpimpin adalah cermin daripada Ekonomi Terpimpin di lapangan politik. Singkatnya bahwa penjelasan dan pelaksanaan2 politik dan ekonomi di atas dasar PANCASILA atau Ekasila (Gotong Royong) adalah merupakan suatu Masyarakat yang adil dan makmur. Jadi perkataan "Terpimpin" adalah lawan daripada perkataan "Liberal." Kedaulatan Rakyat sebagai Sila Ke empat daripada Pancasila adalah sumber pengertian demokrasi di Indonesia, sedangkan Pasal 33 UUD 1945 adalah "sumber pelaksanaan ekonominya." Menggunakan istilah demokrasi terpimpin adalah perlu "untuk mencegah penyelewengan demokrasi dan ekonomi menjadi "liberal" atau semau-maunya dan untuk mencegah praktek dan penafsiran yang sewenang-wenang untuk menyengsarakan dan memiskinkan Rakyat kebanyakan." Dalam pengertian Gotong Royong yang tersimpul makna yang luas dan dalam mengenai politik ekonomi adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Jadi praktek demokrasi ekonomi terpimpin adalah suatu keadilan dan kemakmuran yang menyeluruh untuk segenap Rakyat Indonesia tanpa terkecualinya. Bung Karno berkata, "Saudara2 harus ingat dan camkan baik2 bahwa segolongan Kapitalis dengan senjata uangnya "dapat membeli demokrasi kita" dan "dapat menguasai ekonomi kita khususnya menjarah dan menggaruk habis2an kekayaan alam Indonesia. Cecunguk2 Pengusaha Nasional kita yang anasionalis yang berkonspirasi busuk dengan Cecunguk2 Pengusaha Asing dus di belakanya adalah Negaranya, dengan menggunakan taktik musang berbulu ayam adalah hanya menguntungkan dan memperkaya mereka sendiri, memperkaya Bangsa Asing tapi sebaliknya memiskinkan Rakyat Indonesia dan menghancurkan ekonomi Indonesia. Cara seperti itu jelas bukan Gotong Royong, tetapi "penindasan" sekali lagi saya katakan sebagai penindasan terhadap Rakyat Pekerja kita (Kaum Buruh Industri dan Kaum Buruh Tani) oleh golongan2 yang memiliki modal (kapital) dengan tindakan mereka yang sewenang-wenang. Itu adalah cara2 "Nekolim" yang mau berusaha lagi menjajah Bangsa Indonesia tapi dengan cara menjajah perekonomian kita. Itu sebab saya berkali-kali katakan kepada Saudara2 bahwa betapa berbahaya taktik dan cara2 Nekolim tersebut. Bahkan suatu saat mereka akan berusaha mematikan dan memadamkan api Revolusi Indonesia dan suatu kelak nanti akan memasang boneka2nya untuk menjadi Pemimpin di Negeri kita ini supaya mempermulus kegiatan2 mereka itu." Jelas di sini bahwa hikmat daripada makna dan hakikat Gotong Royong itu sejatinya dan pada pokoknya "menentang Kapitalisme/Liberalisme dan melawan Imperialisme Ekonomi dalam segala bentuknya (manifestasinya). Bung Karno juga seringkali mengatakan, "bahwa Demokrasi dan Ekonomi Terpimpin bukan sekedar pengertian yang mati tetapi adalah dimanifestasikan ke dalam jiwa perjuangan Bangsa Indonesia yang berusaha melepaskan diri dari penindasan Kapitalisme-Imperialisme dan membina suatu Masyarakat yang adil dan makmur di antara Bangsa2 di dunia secara sama hak, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah." Demokrasi Terpimpin itu adalah demokrasi yang pengakuan adanya "Pemimpin." Bukanlah terpimpin untuk menghilangkan unsur demokrasi, tetapi terpimpin untuk "melawan sifat2 liberalnya daripada demokrasi itu sendiri." Tujuan utama justru menyingkirkan perusak2 demokrasi yang berdalih demokrasi yang dengan demikian berbuat anarkhis dan pengacauan di bidang ekonomi (monopoli swasta di bidang ekonomi dari hulu hingga hilir). Memang atas nama demokrasi harus dihormati hak2 demokrasi daripada Rakyat dengan sumber pengertian demokrasi yang terdapat pada Sila Ke empat dari Pancasila yakni "Kedaulatan Rakyat." Betapapun pengertian demokrasi, tindakan2 yang bertentangan ataupun yang menggaduhkan kepentingan bersama, bagaimanapun dan dalam keadaan apapun bisa ditindak, kalau perlu ditumpas dan jangan ada di Indonesia." Artinya "Terpimpin" menunjukkan pendirian yang tegas dan sikap hidup yang nyata, yakni "memberikan pimpinan kepada Rakyat dan melawan musuh2 Rakyat bersama Rakyat." Dalam bidang ekonomi, pimpinan ini lebih jelas lagi mempunyai sasaran dan perlindungannya. Temanya adalah sama seperti penjelasan mengenai demokrasi tetapi sasarannya lebih konkrit. Sebenarnya Ekonomi Terpimpin adalah "Ekonomi Gotong Royong" yang menjamin kemakmuran Rakyat serta melenyapkan sisa2 Sistem Feodalisme dan Imperialisme dengan penghisapan2nya. Ekonomi Gotong Royong atau Ekonomi Sosialis ala Indonesia adalah "Ekonomi Kemakmuran Bersama," yang "anti Feodalisme dan Imperialisme." Pimpinan dalam taraf pertama adalah untuk menumbangkan Rejim2 yang berbau dan terindikasi Kapitalisme/Liberalisme, dimulai dari Kapitalis2 monopoli dan selanjutnya sehingga pada akhirnya Kapitalisme dalam prinsipnya dapat ditiadakan. Sebab Sistem ekonomi Kapitalistik/Liberalistik tersebut secara demi tahap akan merusak dan menghancurkan ekonomi nasional kita. Pengrusakan tata ekonomi nasional Indonesia dimulai dari perkotaan kemudian sampai ke pedesaan, sehingga segala kebutuhan hidup Rakyat dari kelas atas, menengah sampai kelas bawah "semuanya bergantung pada ekonomi pasar internasional yang dikendalikan oleh Kaum Kapitalis dunia internasional." Artinya tanpa kita sadari bahwa nafas kehidupan seluruh Rakyat Indonesia telah dikuasai oleh Bangsa Asing. Yang sangat mengherankan bahwa Pemerintah kita saat ini justru mengadopsi sistem Kapitalisme/Liberalisme untuk masuk dalam semua perundang-undangan sehingga justru menjadikan "payung hukum" bagi tumbuh suburnya Ekonomi Kapitalistik/Liberalistik yang jelas2 akan menghancurkan ekonomi nasional kita. (bom waktu). Mungkin Pemerintah sekarang ini hanya memikirkan kepentingan oknum2/individu2 mereka dan Konco2nya dan tanpa memikirkan nasib dan kepentingan Rakyat kebanyakan yang semakin hari hidupnya semakin miskin melarat dan tinggal menunggu mati kelaparan atau mengadakan Revolusi Sosial untuk turun ke jalan2 dengan alasan meminta makan karena perut lapar. Kalau sebaliknya Pemerintah kita saat ini memakai atau menggunakan "Sistem Ekonomi Terpimpin atau Sistem Ekonomi Gotong Royong atau Sistem Ekonomi Pancasila atau Sistem Ekonomi Sosialis ala Indonesia, yang diselenggarakan sesuai dengan kaidah2 di Indonesia maka jelas Rakyat akan memperoleh kedaulatan dan keadilan di bidang ekonomi dimaksud. Rakyat bisa menikmati bersama-sama dan merasakan atau mencicipi hasil kekayaan alam Indonesia dan bukan sebaliknya seperti keadaan sekarang ini yang hanya dinikmati oleh Pengusaha2 Nasional yang merupakan "Boneka atau kaki tangan" atau "perpanjangan tangan" dari Pengusaha2 Asing yang sebenarnya mengatas namakan Negaranya (modal berasal dari Pemerintahannya) sehingga otomatis hanya memperkaya Bangsa2 Asing dan bukan memakmurkan Bangsa/Rakyat Indonesia. Pemerintah kita saat ini harus ingat dan camkan bahwa paham dan pelaksanaan Ekonomi Gotong Royong dimaksud tidak akan pernah menjadi usang dengan kemajuan jaman. Sebab Gotong Royong dalam politik dan ekonomi inilah yang tetap mempertahankan kesatuan yang kokoh dan persatuan yang bulat daripada Bangsa Indonesia. Sekali lagi mengutip kata2 Bung Karno, "bahwa untuk mengatasi rintangan2 dalam pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin maka "jiwa dan semangat Revolusioner dari seluruh Rakyat Indonesia harus dipersegarkan dan dikobar-kobarkan lagi" sebab tujuan Revolusi Indonesia harus digariskan lebih nyata dan jelas selain pada bidang kebudayaan, sosial dan politik terutama di lapangan ekonomi. Itulah sebabnya mengapa demokrasi dan ekonomi Indonesia tidak boleh Liberal, tetapi harus terpimpin. Sebab dipimpin oleh semangat Revolusi dan tujuan Rakyat yang revolusioner dann oleh Pemimpin Revolusi yang sejati." Akhirnya disimpulkan di sini bahwa hikmat daripada pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin adalah mewujudkan suatu Masyarakat sosialis gotong royong, sosialisme ala Indonesia, masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. # (Dipersembahkan oleh Dr. Gempar Soekarnoputra,S.H, diambil dari beberapa cuplikan Pidato Ayahanda Bung Karno terkait dengan Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin).