Tampilkan postingan dengan label rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rakyat. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 April 2014
Kamis, 24 Oktober 2013
Suara Perempuan Indonesia.
lebih baik tidak menjadi siapa-siapa daripada bsrambisi menjadi pemimpin dengan alasan turun tangan memenuhi panggilan tugas mengabdi
kepada negara namun tidak tahunya hanya karena mendapatkan undangan untuk
berselingkuh dengan partai penguasa yang dikenal korup dan gagal guna mengikuti konvensi capresnya...
capres demokrat mengabdi negara dari
hongkong? bersama partai penguasa berarti anis
hanya akan melanggengkan kekuasaan mereka yang korup.
kita masih akan disuguhi parade wakil rakyat dr
dinasti cikeas, artis2 g jelas ( venna malinda, inggrid kansil,
komar dll) badut2 macam ruhut, sutan batughana, jero wacik, syarif hasan, marzuki ali
dkk )
Kita yang memiliki rasa keadilan dan mengecam
kecurangan tentunya tidak boleh mengaburkan
dan menghapus fakta bahwa Mereka mempunyai sejarah panjang dua periode di negeri ini, sehingga mereka tak mungkin begitu saja
melepas ‘kenikmatan
berkuasa ’ dengan legowo.
Mengingat kegagalannya dalam berkuasa, Sudah saatnya partai demokrat beserta kroninya kita tinggalkan.
Perbuatan menghindari mereka adalah keselamatan negeri yang sesungguhnya, itulah keselamatan hakiki. Tidak hanya selamat untuk
diri anda sendiri, tetapi
berusaha menolong rakyat selamat dari perbuatannya yang tidak baik
— bersamaNursyahbani Katjasungkana dan 52 lainnya.kepada negara namun tidak tahunya hanya karena mendapatkan undangan untuk
berselingkuh dengan partai penguasa yang dikenal korup dan gagal guna mengikuti konvensi capresnya...
capres demokrat mengabdi negara dari
hongkong? bersama partai penguasa berarti anis
hanya akan melanggengkan kekuasaan mereka yang korup.
kita masih akan disuguhi parade wakil rakyat dr
dinasti cikeas, artis2 g jelas ( venna malinda, inggrid kansil,
komar dll) badut2 macam ruhut, sutan batughana, jero wacik, syarif hasan, marzuki ali
dkk )
Kita yang memiliki rasa keadilan dan mengecam
kecurangan tentunya tidak boleh mengaburkan
dan menghapus fakta bahwa Mereka mempunyai sejarah panjang dua periode di negeri ini, sehingga mereka tak mungkin begitu saja
melepas ‘kenikmatan
berkuasa ’ dengan legowo.
Mengingat kegagalannya dalam berkuasa, Sudah saatnya partai demokrat beserta kroninya kita tinggalkan.
Perbuatan menghindari mereka adalah keselamatan negeri yang sesungguhnya, itulah keselamatan hakiki. Tidak hanya selamat untuk
diri anda sendiri, tetapi
berusaha menolong rakyat selamat dari perbuatannya yang tidak baik

Sabtu, 20 Juli 2013
Rabu, 20 Maret 2013
Senin, 18 Maret 2013
Selasa, 26 Juni 2012
Cornelis de Houtman: Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di Nusantara
CORNELIS de Houtman (lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 – Tewas di Aceh, 1599), adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.
Awal perjalanan
Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan "Kepulauan Rempah-Rempah". Pada saat de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh"), dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.
Ekspedisi de Houtman sudah direcoki banyak masalah sejak awal. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. Di Madagaskar, di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan, masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai "Kuburan Belanda").
Tiba di Tanah Jawa
Pada 27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat, tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda, Sultan Banten, bersama dengan orang-orang Portugis yang telah datang lebih dulu di Banten, mengusir rombongan “Wong Londo” ini.
Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Namun kali ini, kapalnya takluk ke pembajak. Saat tiba di Madura perilaku buruk rombongan ini berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang pangeran di Madura terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga de Houtman membayar denda untuk melepaskannya. Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali, dan bertemu dengan raja Bali. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597.
Saat dalam perjalanan pulang ke Belanda, mereka singgah di Kepulauan St. Helena, dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan lainnya. Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang merupakan pesaing mereka.
Akhirnya pada akhir 1597, tiga dari empat kapal ekspedisi ini kembali dengan selamat ke Belanda. Dari 249 awak, hanya 87 yang berhasil kembali.
Akibat dari ekspedisi de Houtman
Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal, namun juga dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Belanda. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berani berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara. Beberapa ekspedisi memang mengalami kegagalan, sementara lainnya sukses gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal ekspedisi yang dikeluarkan.
Totalnya dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi dikirim ke Nusantara, yang melibatkan 65 kapal. Sebelum Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada 1602, tercatat 12 perusahaan telah melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun, yakni: Compagnie van Verre (Perusahaan dari Jauh), De Nieuwe Compagnie (Perusahaan Baru), De Oude Compagnie (Perusahaan Lama), De Nieuwe Brabantse Compagnie (Perusahaan Brabant Baru), De Verenigde Compagnie Amsterdam (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam), De Magelaanse Compagnie (Perusahaan Magelan), De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam), De Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron), De Delftse Vennootschap (Perseroan Delft), De Veerse Compagnie (Perusahaan De Veer), De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw).
Kedatangan kapal-kapal inilah yang menjadi cikal bakal penjajahan Belanda atas tanah Nusantara.
Tewas di Aceh
Tahun 1598, Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan ekspedisi dalam jumlah besar. Armada-armadanya telah dipersenjatai seperti kapal perang.
Pada 1599, dua buah kapal pimpinan de Houtman yang bernama de Leeuw dan de Leeuwin berlabuh di ibukota Kerajaan Aceh. Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Dengan kedatangan Belanda tersebut berarti Aceh akan dapat menjual hasil-hasil bumi, khususnya lada kepada Belanda.
Namun dalam perkembangannya, akibat adanya hasutan dari pihak Portugis yang telah lebih dahulu berdagang dengan Kerajaan Aceh, Sultan Aceh menjadi tidak senang dengan kehadiran Belanda dan memerintahkan untuk menyerang kapal-kapal mereka. Pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumala Hayati. Dalam penyerangan ini, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas sementara Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama 2 tahun. Selama di penjara, ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara.
Sumber:
- Wiki Indonesia
- http://beta.nad.go.id/aceh-ensiklopedi/pahlawan/140-laksamana-keumalahayati/176-peristiwa-cornelis-de-houtman
- http://www.nederlandsindie.com/2009/02/19/voc-perseroan-terbatas-pertama/
- http://home.iae.nl/users/arcengel/NedIndie/atjeh.htm (foto).
Jumat, 22 Juni 2012
Dara Jingga
Dara Jingga atau Bundo Kanduang adalah nama salah seorang putri Kerajaan Melayu yang dijodohkan dengan Raja Jawa dalam Ekspedisi Pamalayu tahun 1275 – 1293.
Asal Usul
Dara Jingga adalah putri
dari Tribuanaraja Mauliawarmadewa atau Srimat Tribhuwanaraja
Mauliawarmadewa, raja Kerajaan Dharmasraya dan juga merupakan kakak
kandung dari Dara Petak. Dara Jingga memiliki sebutan sira alaki dewa — dia yang dinikahi orang yang bergelar dewa — dinikahi oleh Adwaya Brahman, pemimpin Ekspedisi Pamalayu.
Namun ada beberapa pendapat mengatakan
bahwa Dara Jingga juga diambil sebagai istri oleh Raden Wijaya selain
adiknya Dara Petak. Hal ini mungkin terjadi mengingat sebelumnya Raden
Wijaya juga telah mengambil ke empat putri Kertanagara sebagai istrinya.
Sedangkan dalam perjalanan kembali dari
Ekspedisi Pamalayu, dipimpin oleh Mahesa Anabrang, juga membawa serta
dua orang putri dari Kerajaan Melayu, untuk dijodohkan dengan
Kertanegara, raja Singhasari. Namun dikarenakan kerajaan Singhasari
telah runtuh oleh gempuran Pasukan Khubilai Khan dari kerajaan Tiongkok
pada zaman Dinasti Yuan, kedua putri ini atau hanya (Dara Petak)
dikawini oleh Raden Wijaya, dimana Dara Petak dijadikan permaisuri raja
Majapahit dengan gelar Indraswari.
Selanjutnya setelah beberapa lama di
Majapahit, akhirnya Dara Jingga memutuskan kembali ke Dharmasraya. Dara
Jingga juga dikenal sebagai Bundo Kanduang dalam Hikayat/Tambo
Minangkabau.
Dari pernikahannya, Dara Jingga memiliki putra, dengan nama beberapa versi:
- Akarendrawarman atau Adityawarman
seorang wanita lain yang juga bernama Dara Jingga
mempunyai seorang putera bernama Arya Dhamar (Raja di Palembang).
Menurut Babad Arya Tabanan, putra Dara Jingga yang lain antara lain:
- Arya Kenceng (Raja Tabanan,Bali)
- Arya Kutawandira
- Arya Sentong
- Arya Belog
Mengenai nama putra Dara Jingga selain Arya Damar atau Adityawarman, masih dipertentangkan menurut sumber-sumber yang lain.
Merekalah yang bersama-sama Gajah Mada,
berperang untuk menaklukkan Bali (Bedahulu) pada sekitar tahun 1340.
Empat Putra yang terakhir menetap dan mempunyai keturunan di Bali. Arya
kenceng kemudian menurunkan raja-raja Tabanan dan Badung (wilayahnya
kira-kira meliputi Kabupaten Badung dan Kotamadya Denpasar) yang
terkenal dengan perang puputan ketika menghadapi penjajah Belanda pada
tahun 1906.
Dara Petak
Dara Petak atau Dara Pethak, adalah satu-satunya istri Raden Wijaya pendiri Majapahit, yang berasal dari luar Jawa.
Dara Petak dalam Pararaton
Nama Dara Pethak berarti merpati putih.
Ia adalah putri Srimat Tribhuwanaraja Mauliawarmadewa dari Kerajaan
Dharmasraya. Kerajaan ini terletak di Pulau Sumatra yang pada tahun 1286
menjadi bawahan Kerajaan Singhasari.
Menurut Pararaton, sepuluh hari
setelah pengusiran pasukan Mongol oleh pihak Majapahit, datang pasukan
Kebo Anabrang yang pada tahun 1275 dikirim Kertanagara menaklukkan Pulau
Sumatra. Pasukan tersebut membawa dua orang putri bernama Dara Jingga
dan Dara Petak sebagai persembahan untuk Kertanagara.
Karena Kertanagara sudah meninggal, maka
ahli warisnya, yaitu Raden Wijaya mengambil Dara Petak sebagai istri,
sedang Dara Jingga diserahkan kepada Adwayabrahma, seorang pejabat
Singhasari yang dulu dikirim ke Sumatra tahun 1286.
Menurut kronik Cina, pasukan Mongol yang
dipimpin Ike Mese meninggalkan Jawa tanggal 24 April 1293, sehingga
dapat diperkirakan pertemuan antara Raden Wijaya dan Dara Petak terjadi
tanggal 4 Mei 1293.
Dara Petak pandai mengambil hati Raden Wijaya sehingga ia dijadikan sebagai Stri tinuheng pura, atau istri yang dituakan di istana. Padahal menurut Nagarakretagama, Raden Wijaya sudah memiliki empat orang istri, dan semuanya adalah putri Kertanagara.
Pengangkatan Dara Petak sebagai istri
tertua mungkin karena hanya dirinya saja yang melahirkan anak laki-laki,
yaitu Jayanagara. Sedangkan menurut Nagarakretagama, ibu Jayanagara bernama Indreswari. Nama ini dianggap sebagai gelar resmi Dara Petak.
Dalam prasasti Kertarajasa (1305),
Jayanagara disebut sebagai putra Tribhuwaneswari permaisuri utama Raden
Wijaya. Dari berita tersebut dapat diperkirakan Jayanagara adalah anak
kandung Indreswari alias Dara Petak yang kemudian menjadi anak angkat
Tribhuwaneswari, sehingga ia dapat menjadi putra mahkota sebagai calon
raja selanjutnyaKamis, 21 Juni 2012
Sejarah Kota Padang
Kota Padang adalah
salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat,
Indonesia. Kota ini adalah pusat perekonomian, pendidikan, kesehatan dan
pelabuhan di Sumatera Barat. Saat ini kota Padang sedang berbenah ke
arah pembangunan kepariwisataan (2006).
Sejarah
Kota Padang berawal dari pemukiman di tepi air, tepatnya di muara Sungai Batang Arau ke Samudera Hindia. Pada waktu itu Padang merupakan sebuah perkampungan nelayan kecil. Penduduk pada waktu itu terdiri atas orang-orang Rupit dan Tirau (Non Minangkabau). Mereka bekerja sebagai nelayan mengarungi samudera dengan kapal-kapal kecil mereka yang disandarkan di bibir muara.
Pada abad ke–14 (1340-1375) Kota Padang dikenal sebagai kampung nelayan dengan sebutan Kampung Batung yang diperintah oleh Penghulu Delapan Suku. Tidak ada data yang pasti siapa yang memberi nama kota ini Padang. Yang jelas sejak kedatangan Bangsa Belanda ke kota ini, penduduknya sudah cukup banyak dengan bermukim disepanjang Sungai Batang Arau. Diperkirakan Kota Padang pada zaman dahulu berupa sebuah dataran atau padang yang sangat luas yang ditumbuhi semak-semak kecil, rumput-rumput, lalang, sikejut dan sebagainya. Oleh sebab itu orang-orang yang datang pertama kali memberi nama kota ini Padang.
Setelah berabad-abad dikuasai Kerajaan Pagarruyung (Minangkabau), pada abad ke-16 Daerah Pesisir Minangkabau termasuk Padang diserahkan oleh Besar Empat Balai (Majelis tertinggi di Kerajaan Minangkabau) kepada Kerajaan Aceh untuk membayar kesalahan raja Minangkabau pada raja Aceh. Pada abad ke-17 Kota Padang berhasil ditemukan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie).
Karena memiliki muara yang bagus dan besar VOC pun tertarik untuk membangun pelabuhan yang besar di Padang. Pada tahun 1667 VOC mendapat izin dari penghulu “Orang Kayo Kaciak” mendirikan Loji pertamanya di Padang. Izin ini diberikan sebagai imbalan kepada VOC yang telah membantu penduduk setempat membebaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Aceh. Pendirian Loji ini memulai babak Penjajahan Barat di Kota Padang.
VOC lalu membangun Padang sebagai kota pelabuhan dan pemukiman baru. Kota Padang pun tumbuh menjadi kota bandar pelabuhan dan perdagangan yang ramai di pantai barat Sumatera. Bercongkolnya VOC di Kota Padang membuat masyarakat sekitar marah. Pada 7 Agustus 1669 merupakan puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda. Loji-loji Belanda di Muaro, Padang berhasil dikuasai. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang. Namun kemudian pergolakan itu berhasil dilemahkan VOC.
Pada 31 Desember 1799 seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial. Kota Padang dijadikan pusat kedudukan Residen dan pusat pemerintahan wilayah Gouvernement Sumatra’s Westkust yang meliputi Sumatera Barat dan Tapanuli.
Pada 1 Maret 1906 lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906. Pada 9 Maret 1950, Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.
Surat Keputusan Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang. Pada 29 Mei 1958. Gubernur Sumatera Barat melalui Surat Keputusan No. 1/g/PD/1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.
Tahun 1975 secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang walikota.
Sejarah
Kota Padang berawal dari pemukiman di tepi air, tepatnya di muara Sungai Batang Arau ke Samudera Hindia. Pada waktu itu Padang merupakan sebuah perkampungan nelayan kecil. Penduduk pada waktu itu terdiri atas orang-orang Rupit dan Tirau (Non Minangkabau). Mereka bekerja sebagai nelayan mengarungi samudera dengan kapal-kapal kecil mereka yang disandarkan di bibir muara.
Pada abad ke–14 (1340-1375) Kota Padang dikenal sebagai kampung nelayan dengan sebutan Kampung Batung yang diperintah oleh Penghulu Delapan Suku. Tidak ada data yang pasti siapa yang memberi nama kota ini Padang. Yang jelas sejak kedatangan Bangsa Belanda ke kota ini, penduduknya sudah cukup banyak dengan bermukim disepanjang Sungai Batang Arau. Diperkirakan Kota Padang pada zaman dahulu berupa sebuah dataran atau padang yang sangat luas yang ditumbuhi semak-semak kecil, rumput-rumput, lalang, sikejut dan sebagainya. Oleh sebab itu orang-orang yang datang pertama kali memberi nama kota ini Padang.
Setelah berabad-abad dikuasai Kerajaan Pagarruyung (Minangkabau), pada abad ke-16 Daerah Pesisir Minangkabau termasuk Padang diserahkan oleh Besar Empat Balai (Majelis tertinggi di Kerajaan Minangkabau) kepada Kerajaan Aceh untuk membayar kesalahan raja Minangkabau pada raja Aceh. Pada abad ke-17 Kota Padang berhasil ditemukan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie).
Karena memiliki muara yang bagus dan besar VOC pun tertarik untuk membangun pelabuhan yang besar di Padang. Pada tahun 1667 VOC mendapat izin dari penghulu “Orang Kayo Kaciak” mendirikan Loji pertamanya di Padang. Izin ini diberikan sebagai imbalan kepada VOC yang telah membantu penduduk setempat membebaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Aceh. Pendirian Loji ini memulai babak Penjajahan Barat di Kota Padang.
VOC lalu membangun Padang sebagai kota pelabuhan dan pemukiman baru. Kota Padang pun tumbuh menjadi kota bandar pelabuhan dan perdagangan yang ramai di pantai barat Sumatera. Bercongkolnya VOC di Kota Padang membuat masyarakat sekitar marah. Pada 7 Agustus 1669 merupakan puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda. Loji-loji Belanda di Muaro, Padang berhasil dikuasai. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang. Namun kemudian pergolakan itu berhasil dilemahkan VOC.
Pada 31 Desember 1799 seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial. Kota Padang dijadikan pusat kedudukan Residen dan pusat pemerintahan wilayah Gouvernement Sumatra’s Westkust yang meliputi Sumatera Barat dan Tapanuli.
Pada 1 Maret 1906 lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906. Pada 9 Maret 1950, Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.
Surat Keputusan Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang. Pada 29 Mei 1958. Gubernur Sumatera Barat melalui Surat Keputusan No. 1/g/PD/1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.
Tahun 1975 secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang walikota.
Rabu, 20 Juni 2012
‘Konspirasi’ Mei 1998: Kisah Para ‘Brutus’ di Sekitar Jenderal Soeharto (1)
In Historia, Politik on May 20, 2012 at 6:22 PM

SEPERTI nasib Julius Caesar 15 Maret 44 SM, Jenderal Soeharto ‘kehilangan’ kekuasaan 21 Mei 1998 melalui rangkaian konspirasi dari mereka yang untuk sebagian adalah orang-orang yang pernah dibesarkan dan diikutkan dalam rezimnya. Meski, pengakhiran kekuasaan itu tidak ekstrim dalam wujud suatu drama pembunuhan.
INTREPRETASI PEMBUNUHAN JULIUS CAESAR, LUKISAN VINCENZO CAMUCCINI, 1798. “Situasi konspirasi terhadap Julius Caesar, lebih jelas dan lebih hitam-putih. Maka Marcus Antonius dan Lepidus bisa mengejar para konspiran yang lebih jelas apa dan siapanya. Sedangkan situasi menuju kejatuhan Soeharto dari kekuasaannya pada bulan Mei tahun 1998, lebih abu-abu. Tidak terlalu jelas, siapa mengkhianati siapa, dan siapa membela siapa. Anatomi konspirasinya serba samar-samar”. (Download Wikipedia)
Menjadi tepat juga ‘firasat’ yang tersirat dalam ucapan Siti Suhartinah Soeharto, ketika mengomentari kejatuhan Presiden Ferdinand Marcos di Filipina, dalam suatu wawancara dengan Sarwono Kusumaatmadja dan Rum Aly untuk ‘Media Karya’ 10 Maret 1986. Nyonya Tien waktu itu, dalam suatu percakapan ‘samping’ yang di luar konteks pertanyaan wawancara, kurang lebih menyiratkan ‘pikiran’ dan ‘pengetahuan’ pribadinya tentang keterlibatan ‘orang dalam’ sekitar Marcos sendiri dalam kejatuhan itu. “Kasian yaa…, tapi begitulah…., mau diapakan lagi”.Lalu Ibu Tien menyambung, ia telah meminta Pak Harto untuk tak lagi mencalonkan diri sebagai Presiden, dan untuk itu sudah ada yang disiapkan, katanya sambil menoleh ke arah Sudharmono SH yang ikut mendampingi wawancara. Percakapan ‘samping’ itu tidak berlanjut. Sudharmono SH pun diam saja.
Persamaan dan perbedaan. PERJALANAN Jenderal Soeharto menuju kekuasaan pun banyak kemiripannya dengan jenjang yang dilalui Caesar. Sepulang ke Roma dari ‘ekspedisi’ militer di Mesir, Julius Caesar mengalahkan Pompeius yang memiliki dukungan Senat. Sekaligus Julius mengungguli baik Pompeius maupun Senat, sehingga praktis ia menjadi penguasa tunggal. Tetapi pada sisi tertentu Julius Caesar adalah diktator yang menampilkan beberapa kebaikan. Ia menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi kalangan miskin. Administrasi negara yang lebih efisien dan efektif. Memberantas kaum lintah darat. Menegakkan hukum dengan ketat untuk memberantas kejahatan. Mencoba mengendalikan gaya komsumtif, sikap pamer dan boros dari kaum kaya. Mengekang hasrat pembangunan yang sekedar monumental, dan mengutamakan pembangunan jalan raya yang lebih dibutuhkan jazirah Italia.
Gerakan Mahasiswa = Gerakan Hati Nurani Bangsa
In Historia, Politik on June 17, 2012 at 2:14 AM

Hatta Albanik*
PERJUANGAN mahasiswa 1970-1974 itu memang menjadi ternoda oleh
kecerobohan yang dilakukan para mahasiswa intra kampus di Jakarta yang
terlalu banyak melibatkan tokoh-tokoh avonturir gerakan mahasiswa ekstra
kampus. Di samping kurangnya sensitivitas terhadap kemungkinan begitu
teganya suatu pemerintahan kekuasaan yang didukung secara populis dan
demokratis serta selalu menyatakan diri memiliki partnershipdengan
mahasiswa, memperlakukan anak bangsanya sendiri sebagai musuh yang
harus ditumpas habis seperti mereka menumpas PKI dan Soekarno sebagai
lawan politiknya.
GERAKAN
MAHASISWA, TAHUN 1966. “Ada semacam kendala di kalangan
petinggi-petinggi ABRI pada waktu itu untuk tidak menjatuhkan korban di
antara para mahasiswa dan prajurit dengan bercermin pada bagaimana
tindakan yang dilakukan terhadap pasukan pengamanan Soekarno (Resimen
Tjakrabirawa) yang dianggap bertanggung jawab terhadap terbunuhnya
demonstran mahasiswa Arif Rahman Hakim di depan Istana Merdeka di
samping juga ada kekuatiran bahwa putera-puteri mereka sendiri mungkin
juga berada di tengah-tengah para mahasiswa yang sedang menyalurkan
aspirasi hati nurani rakyat”. (Repro PACE/MI)
Minggu, 17 Juni 2012
Jumat, 15 Juni 2012
Apa itu komunikasi?
Definisi komunikasi adalah: dimaksudkan atau tidak disengaja (sadar atau tidak sadar) pesan tertentu menyeberang ke orang lain. Pesan ini berisi informasi, yang terdiri dari pikiran, dan perasaan / atau perilaku.
Jadi pada dasarnya Anda selalu berkomunikasi, bahkan jika Anda mengatakan apa-apa.
Komunikasi
Meisjes met mobiele telefoons
Komunikasi adalah transmisi informasi. Selalu ada lima elemen:
- Transmitter
- Pesan
- Channel atau media
- Receiver
- Kemungkinan efek
Bentuk komunikasi
Ada berbagai bentuk komunikasi:
- Langsung (tatap muka) - tidak langsung (tatap muka)
- Verbal (lisan / tertulis) - non-verbal
- Secara sepihak - multilateral
Sepihak komunikasi
Dalam komunikasi satu arah, penerima tidak dapat segera menanggapi. Hal ini terjadi misalnya di koran, buku, film, radio, dan televisi. Meskipun saat ini ada interaksi lebih dengan radio dan TV. Pikirkan tweets dan pesan teks langsung digunakan dalam siaran.
Multilateral komunikasi
Dalam komunikasi multilateral setiap peserta baik pemancar dan penerima. Contohnya adalah percakapan antara orang-orang, diskusi atau forum. Komunikasi multilateral lebih lambat tapi sering lebih efektif daripada komunikasi sepihak. Komunikasi yang berlangsung bolak-balik, hampir selalu memastikan bahwa orang memahami satu sama lain lebih baik.
Encoding dan decoding
Communicatie, tekstballon
Sebuah pesan oleh pengirim dalam beberapa bentuk atau kode dikemas. Hal ini disebut encoding (= mengubah pikiran menjadi karakter atau manifestasi diamati lainnya). Seseorang yang berbicara, membawa pikiran nya kata-kata. Seorang seniman sendiri menjadi sebuah karya seni, pakaian untuk berkomunikasi dengan yang lain, gerak tubuh atau perilaku. Jika Anda memilih pemancar, tergantung pada pesan Anda dan kepribadian Anda, itu berarti bahwa Anda akan gunakan. Pesan penerima menerjemahkan. Ini berarti bahwa pesan diekstrak, diterjemahkan kembali ke arti diasumsikan.
Kebisingan
Penerima menafsirkan, proses, mendistorsi pesan, link ke tayangan lain atau eraringen pribadi dan merekonstruksi maknanya. Kadang-kadang masalah komunikasi muncul di sini. Hal ini dapat terjadi di kedua pengkodean dan di decoding. Hal ini tergantung pada referensi (= semua nilai-nilai pribadi Anda, norma, sikap, pengetahuan dan pengalaman). Kerangka ini kadang-kadang dapat menyebabkan kebisingan (= distorsi atau cacat komunikasi).
Senin, 11 Juni 2012
Dara Jingga
Dara Jingga
Dara Jingga adalah nama salah seorang putri Kerajaan Melayu yang dijodohkan dengan Raja Kertanagara Raja Singhasari dalam Ekspedisi Pamalayu tahun 1275 – 1293. Dara Jingga adalah kakak kandung dari Dara Petak. Kedua puteri ini berasal dari Kerajaan Dharmasraya. Dara Jingga memiliki sebutan sira alaki dewa yang artinya dia yang dinikahi orang yang bergelar dewa.
Dara Jingga adalah putri dari Srimat Tribhuwanaraja Mauliawarmadewa, raja Kerajaan Dharmasraya dan juga merupakan kakak kandung dari Dara Petak. Dara Jingga memiliki sebutan sira alaki dewa — dia yang dinikahi orang yang bergelar dewa — dinikahi oleh Adwaya Brahman, pemimpin Ekspedisi Pamalayu.
Namun ada beberapa pendapat mengatakan bahwa Dara Jingga juga diambil sebagai istri oleh Raden Wijaya selain adiknya Dara Petak. Hal ini mungkin terjadi mengingat sebelumnya Raden Wijaya juga telah mengambil ke empat putri Kertanagara sebagai istrinya.
Sedangkan dalam perjalanan kembali dari Ekspedisi Pamalayu, dipimpin oleh Mahesa Anabrang, juga membawa serta dua orang putri dari Kerajaan Melayu, untuk dijodohkan dengan Kertanegara, raja Singhasari. Namun dikarenakan kerajaan Singhasari telah runtuh oleh gempuran Pasukan Khubilai Khan dari kerajaan Tiongkok pada zaman Dinasti Yuan, kedua putri ini atau hanya (Dara Petak) dikawini oleh Raden Wijaya, dimana Dara Petak dijadikan permaisuri raja Majapahit dengan gelar Indraswari.
Selanjutnya setelah beberapa lama di Majapahit, akhirnya Dara Jingga memutuskan kembali ke Dharmasraya. Dara Jingga juga dikenal sebagai Bundo Kanduang dalam Hikayat/Tambo Minangkabau.
sumber : id.wikipedia.org
Dara Petak
Nama Dara Pethak berarti merpati putih. Ia adalah putri Srimat Tribhuwanaraja Mauliawarmadewa dari Kerajaan Dharmasraya. Kerajaan ini terletak di Pulau Sumatra yang pada tahun 1286 menjadi bawahan Kerajaan Singhasari. Menurut Pararaton, sepuluh hari setelah pengusiran pasukan Mongol oleh pihak Majapahit, datang pasukanKebo Anabrang yang pada tahun 1275 dikirim Kertanagara menaklukkan Pulau Sumatra. Pasukan tersebut membawa dua orang putri bernama Dara Jingga dan Dara Petak sebagai persembahan untuk Kertanagara.Namun pada akhirnya salah satu dari dua putri tersebut menjadi permaisuri Raden wijaya. Dan Dara Petaklah yang terpilih menjadi permaisuri.....
Karena Kertanagara sudah meninggal, maka ahli warisnya, yaitu Raden Wijaya mengambil Dara Petak sebagai istri, sedang Dara Jingga diserahkan kepada Adwayabrahma, seorang pejabat Singhasari yang dulu dikirim ke Sumatra tahun 1286.
Menurut kronik Cina, pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese meninggalkan Jawa tanggal 24 April 1293, sehingga dapat diperkirakan pertemuan antara Raden Wijaya dan Dara Petak terjadi tanggal 4 Mei 1293.
Dara Petak pandai mengambil hati Raden Wijaya sehingga ia dijadikan sebagai Stri tinuheng pura, atau istri yang dituakan di istana. Padahal menurut Nagarakretagama, Raden Wijaya sudah memiliki empat orang istri, dan semuanya adalah putri Kertanagara.
Pengangkatan Dara Petak sebagai istri tertua mungkin karena hanya dirinya saja yang melahirkan anak laki-laki, yaitu Jayanagara. Sedangkan menurut Nagarakretagama, ibu Jayanagara bernama Indreswari. Nama ini dianggap sebagai gelar resmi Dara Petak.
Dalam prasasti Kertarajasa (1305), Jayanagara disebut sebagai putra Tribhuwaneswari permaisuri utama Raden Wijaya. Dari berita tersebut dapat diperkirakan Jayanagara adalah anak kandung Indreswari alias Dara Petak yang kemudian menjadi anak angkat Tribhuwaneswari, sehingga ia dapat menjadi putra mahkota sebagai calon raja selanjutnya.
sumber : id.wikipedia.org
Rabu, 06 Juni 2012
Gempa Sukabumi rusakkan 456 bangunan
Sukabumi (ANTARA News) - Gempa bumi 6,1 skala richter yang terjadi di dekat Sukabumi, Jawa Barat, 4 Juni lalu telah merusakkan sedikitnya 456 bangunan.
"Sampai Rabu sore jumlah bangunan yang rusak sebanyak 456 unit dengan rincian 452 unit rumah dan empat unit terdiri dari mesjid, madrasah, pondok pesantren, dan musola," kata Seketaris Badan Penanggulangan Bencena Daerah Kabupaten Sukabumi, Tatang, kepada ANTARA, Rabu.
Menurutnya, data tersebut belum valid karena masih ada perubahan baik dalam kategori dari rusak berat menjadi sedang dan ringan atau sebaliknya. Selain itu, tim reaksi cepat yang ada di setiap kecamatan harus segera melaporkan kepada BPBD tentang adanya kerusakan bangunan milik warga.
"Untuk saat ini baru 13 kecamatan dari 47 kecamatan yang melaporkan adanya bangunan warga yang rusak jika dalam waktu yang ditentukan belum ada laporan maka kami anggap di kecamatan tersebut tidak ada kerusakan," tambahnya.
Dari 456 unit bangunan yang rusak itu terdiri dari 19 unit rumah rusak berat, 158 unit rusak sedang dan 275 unit rusak ringan, sementara Mesjid Agung, madrasah, musola dan pondok pesantren hanya rusak ringan.
Dan kecamatan yang sudah melaporkan adanya bangunan warga yang rusak yakni Kecamatan Tegalbuleud, Cidolog, Pabuaran, Sagaranten, Simpenan, Ciemas, Palabuhanratu, Parungkuda, Cidadap, Warungkiara, Surade, Nyalindung dan Bantargadung.
"Saat ini baru empat keluarga yang mengungsi dan dua orang yang dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa balok bangunan rumah yang ambruk pada saat gempa," kata Tatang.
(ANTARA)
Rabu, 25 April 2012
Sabtu, 14 April 2012
Seminar Pembangunan Papua Diwarnai Aksi Banting Kursi
Metrotvnewscom, Manokwari: Suasana sebuah seminar di Universitas Negeri Papua di Manokwari, Papua Barat, Jumat (13/4), berubah menjadi keributan. Selain membanting kursi dan meja, mahasiswa mengusir ketua Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua untuk meninggalkan kampus.
Kericuhan terjadi saat moderator menghentikan seminar. Sejumlah mahasiswa yang menolak seminar dihentikan, memerotes dan bergegas menuju podium. Mereka meminta seminar kembali dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Namun moderator menolak.
Mahasiswa tambah marah. Selain membanting kursi dan meja, mahasiswa mengusir ketua Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua untuk meninggalkan kampus UNP.(DSY)
Sabtu, 31 Maret 2012
Demonstrasi kenaikkan BBM
Hal menarik terjadi di tengah panasnya aksi demonstrasi menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Bandung, Jawa Barat.
Pantauan VIVAnews.com, awalnya dalam kondisi saling berhadapan,
demonstran dari kalangan mahasiswa berupaya memancing emosi aparat
keamanan yang berjaga. Kata-kata seperti, "polisi penghianat bangsa,
polisi pelindung kapitalis," diteriakkan.
Dua kubu sama-sama dalam kondisi emosional, kepanasan, dan lapar.
Akibatnya, aparat sempat terpancing. Namun, Kapolrestabes Bandung,
Kombes Pol Abdul Rahman Baso langsung turun tangan, agar bentrok tak
terjadi.
Ia meminta sekitar 1.500 aparat gabungan dari Dalmas
Polda Jabar, Dalmas Polrestabes Bandung, serta Pasukan dari Satbrimobda
Jabar menenangkan diri. Tak ketinggalan pasukan polisi wanita (Polwan)
yang terjun ke arena demo sebagai negosiator.
Di dalam area
Gedung Sate yang dibatasi pagar pembatas dengan pihak demonstran, aparat
duduk bersila, melantunkan dzikir, agar meredam emosi. "Pada dasarnya
kita ini sama-sama hamba Allah, jadi kita semua mencoba bersimpuh di
hadapan-Nya dengan melakukan dzikir," kata dia kepada para aparat.
Lantunan dzikir, "la ilaha illa Allah" terus menerus disuarakan
serempak. "Kami sadar akan tugas dan risiko kami, dan kami juga tahu
siapa yang ada di hadapan kami. Sehingga tidak mungkin kami menyerang
adik kami, rekan kami dan saudara kami sendiri," ungkap Kapolrestabes
Bandung.
Apa yang dilakukan Kapolrestabes cukup berhasil.
Pendemo dari Gema Keadilan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sontak
terdiam. Mereka terperangah, melihat kegiatan dzikir yang dilakukan
polisi tersebut.
SUMBER : http://nasional.vivanews.com/ news/read/ 300610-1-500-aparat-berzikir--d emonstran-terperangah
Mahasiswa Buruh Tolak DPR
kompasiana.com
Keputusan sidang paripurna DPR RI yang menunda kenaikkan harga BBM ditolak oleh Buruh dan Mahasiswa .Klausul tambahan dalam APBNP 2012 yang memberi peluang kepada pemerintah agar dapat menaikkan dan menurunkan harga BBM bila harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan atau turun rata-rata 15 persen dalam waktu 6 bulan ,dianggap oleh mahasiswa dan buruh adalah keputusan yang melanggar konstitusi. Menurut seorang korlap demonstrasi buruh , mereka akan tetap melakukan unjuk rasa sampai Pemerintah memenuhi tuntutan mereka membatalkan kenaikkan harga BBM tanpa embel2 apapun .
Sabtu, 24 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

