Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Demonstrasi kenaikkan BBM

 
Hal menarik terjadi di tengah panasnya aksi demonstrasi menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Bandung, Jawa Barat.

Pantauan VIVAnews.com, awalnya dalam kondisi saling berhadapan, demonstran dari kalangan mahasiswa berupaya memancing emosi aparat keamanan yang berjaga. Kata-kata seperti, "polisi penghianat bangsa, polisi pelindung kapitalis," diteriakkan.

Dua kubu sama-sama dalam kondisi emosional, kepanasan, dan lapar. Akibatnya, aparat sempat terpancing. Namun, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Abdul Rahman Baso langsung turun tangan, agar bentrok tak terjadi.

Ia meminta sekitar 1.500 aparat gabungan dari Dalmas Polda Jabar, Dalmas Polrestabes Bandung, serta Pasukan dari Satbrimobda Jabar menenangkan diri. Tak ketinggalan pasukan polisi wanita (Polwan) yang terjun ke arena demo sebagai negosiator.

Di dalam area Gedung Sate yang dibatasi pagar pembatas dengan pihak demonstran, aparat duduk bersila, melantunkan dzikir, agar meredam emosi. "Pada dasarnya kita ini sama-sama hamba Allah, jadi kita semua mencoba bersimpuh di hadapan-Nya dengan melakukan dzikir," kata dia kepada para aparat.

Lantunan dzikir, "la ilaha illa Allah" terus menerus disuarakan serempak. "Kami sadar akan tugas dan risiko kami, dan kami juga tahu siapa yang ada di hadapan kami. Sehingga tidak mungkin kami menyerang adik kami, rekan kami dan saudara kami sendiri," ungkap Kapolrestabes Bandung.

Apa yang dilakukan Kapolrestabes cukup berhasil. Pendemo dari Gema Keadilan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sontak terdiam. Mereka terperangah, melihat kegiatan dzikir yang dilakukan polisi tersebut.

SUMBER : http://nasional.vivanews.com/news/read/300610-1-500-aparat-berzikir--demonstran-terperangah

Demontrasi Menolak kenaikan harga BBM menutup Bandara di Ternate


Bersatulah Mahasiswa dan Buruh

Pidato Presiden tadi malam pukul 21.30 wib yang diharapkan akan menjawab pertanyaan public, apakah kenaikkan BBM dibatalkan demi daya tahan rakyat yang telah jauh merosot sejak tersiarnya berita kenaikkan harga BBM dan meningkatnya harga2 kebutuhan pokok tidak terjawab . Presiden malah menghargai dan memahami keputusan DPR yang hanya menunda kenaikkan BBM. Sekarang baik DPR ( legislative) maupun Pemerintah (excecutif) dimata mahasiswa dan buruh dan rakyat kecil makin jauh merosot . Pidato Presiden tersebut tidak menyentuh hal yang subtansil bagi keperluan rakyat. Pidato tersebut terasa hambar dan hanya diplomasi politis pencitraan saja. Dan juga kejadian keributan disidang DPR yang disiarkan tv one menampakkan sebagian besar anggota DPR memang tidak pantas lagi disebut wakil rakyat . Mereka hanya mewakili kepentingan partainya bukan wakil rakyat . Bersatulah Mahasiswa dan buruh serta rakyat kecil . Perjuangan baru dimulai .Tuhan akan menyertaimu .

Jumat, 30 Maret 2012

Voting, Ini Dua Opsi Kenaikan Harga BBM



 Sabtu, 31 Maret 2012
JAKARTA, KOMPAS.com - Paripurna DPR RI menempuh jalan pemungutan suara (voting) secara terbuka untuk memutuskan penghapusan pasal 7 ayat 6 UU No.22 Tahun 2011 tentang APBN 2011 terkait penentuan kenaikan harga BBM. Ketua DPR RI Marzuki Alie yang memimpin sidang paripurna DPR RI, Jumat (30/3/2012) malam, mengetuk palu untuk mengesahkan mekanisme voting dalam pengambilan keputusan.
Dalam mekanisme ini, anggota fraksi akan memilih dua opsi yang akhirnya diputuskan setelah lobi berlangsung sekitar 5 jam sejak tadi sore. Opsi ini juga diciutkan setelah Fraksi Demokrat menyesuaikan opsi persyaratan tanpa mengubah sikap serta Fraksi PKS mencabut pernyataan sikapnya yang semula.
"Opsi pertama adalah Pasal 7 ayat 6 tetap, tidak berubah. Artinya tak ada kenaikan BBM. Pemerintah diperintahkan untuk tidak menaikkan harga BBM," ungkap Marzuki.
"Opsi kedua, pasal 7 ayat 6 tak berubah ditambah ayat 6 a yang berbunyi dalam hal harga minyak mentah rata-rata Indonesia dalam kurun waktu berjalan yaitu 6 bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, maka pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya," lanjutnya kemudian.
Marzuki tampak kesulitan untuk memulai jalannya mekanisme voting karena masih mendapat pertentangan dari anggota sidang paripurna. Pertentangan ini menyangkut opsi yang dipilih melalui voting. Namun, karena opsi sudah tercetak dan Marzuki merasa opsinya sudah jelas, proses voting pun dilanjutkan.